Komputansi Awan dan Managed Service Provider Bantu Pemerintah Wujudkan Smart Cit

11 Desember 2017 10:00 | dibaca 12 kali

HYPERNET Indonesia sebagai negara berkembang mencoba untuk mengejar ketinggalan dari negara lain.Salah satu caranya dengan memanfaatkan kemajuan Information and Communication Technology (ICT). Pemerintah pusat maupun daerah mencoba mengimplementasikannya dengan program smart city. Smart city diyakini menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan pertumbuhan penduduk perkotaan dan arus urbanisasi.

Program smart city pada dasarnya bagaimana meningkatkan keterlibatan masyarakat, bagaimana menerapkan metode kepemimpinan kolaboratif, cara kerja di seluruh disiplin ilmu dan sistem kota, serta bagaimana menggunakan data dan teknologi baru. Adapun tujunannya untuk menjadikan smart infrastructure dan smart people.

Pada smart infrastructure berkaitan dengan mobilitas penduduk, bangunan, konektivitas dan berbagai macam sistem yang berbeda. Sedangkan dari sisi smart people adalah lahirnya entrepreneurdigital yang membuat masyarakat kota semakin mudah untuk melakukan aktivitas dengan melahirkan aplikasi-aplikasi yang inovatif.

Mengutip pendapat dari Neil Evans, Director of IT and Data Centre, Huawei Australia pada sebuah media online menjelaskan ada dua pendekatan smart city, yaitu regulation-centris dan service-centris. Pada regulation-centris, Evans menjelaskan empat hal yaitu tentang urban management,traffic management, emergency response, dan e-government. Sedangkan service-centris menurut Evans adalah better living (untuk penduduk kota), inclusive services, healthier industry growth, dan targeted governance.

Dari semua itu keberadaan ICT tak bisa dihindari untuk menopang atau sebagai syarat smart city. Evans menjelaskan dalam era baru ICT ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu teknologi, platform, dan ekosistem. Pada teknologi hal-hal yang harus diperhatikan adalah komputasi awan (cloud computing), big data, mobility, IoT (internet of things), dan SDN (Software-defined networking).

Untuk membantu pertumbuhan smart city, diyakini sedikit banyak dipengaruhi oleh teknologi komputasi awan. Kota Yanbu, Arab Saudi adalah salah satu contohnya. Setelah menggunakan layanan komputasi awan dalam bentuk smart city, April 2017 lalu, investasi kota itu meningkat 18 persen. Selain itu, ada Kota Weifang, Provinsi Shandong, China. Investasi di kota tersebut naik berkali-kali lipat setelah seluruh aspek pelayanan di kota diintegerasikan ke dalam komputasi awan.

Adapun contoh pemanfaatan program smart city di Indonesia, dapat dilihat melalui aplikasi e-Kelurahan yang diterapkan di Bandung. Aplikasi ini sebagai solusi mempermudah administrasi pelayanan kepada masyarakat dan solusi data center berbasis komputasi awan pada pemerintah daerah.

Kini ada layanan Managed Service Provider Indonesia yang dapat membantu pemerintah menyediakan layanan publik yang dapat diandalkan, aman, dan efisien seperti infrastruktur teknologi e-government, network solutions, kolaborasi cross-functional, dan infratruktur smart city lainnya. Dalam layanannya, bukan hanya layanan berbentuk komputasi awan saja. Ada banyak layanan yang berhubungan dengan internet connection, IT infrastructure, integrated system dan professional service.

Dikirim oleh: HYPERCALLSENTER, Jakarta Pusat, 021 2939 3939
Terdapat pada: Internet Provider, hypernet, isp jakarta, internet

Iklan Terkait